Selasa, 14 Desember 2010

Analis: Liriklah Saham Batu Bara

Setelah gagal rebaound, Indeks Harga Saham Gabungan kemarin ditutup melemah tipis 2,566 poin (0,07 persen) ke level 3.689,666. Indeks saham Rabu ini, 15 Desember 2010, diperkirakan masih bergerak pada level 3.650-3.710 atau 3.665-3.725

"Kita masih menunggu dulu, meski regional naik tapi indeks belum kelihatan akan naik," kata Analis Universal Broker Satrio Utomo. Sejumlah investor,lanjutnya, diperkirakan masih melakukan aksi tunggu pada perdagangan hari ini. "Masih tergantung pasar regional," ujar Satrio.

Aksi tunggu itu dilakukan lantaran saham-saham unggulan masih dipatok pada harga tinggi. "Saya masih ngeri melihat Astra (PT Astra International Tbk),"  kata dia. Saham dengan kode ASII ini kemarin ditutup menguat ke Rp52.800.

Dia juga memperkirakan bahwa pergerakan saham perbankkan belum menjanjikan. "Kemarin hanya Bank Mandiri saja yang kelihatan baik. Bank Central Asia dan lainnya belum kelihatan," kata dia.

Satrio menduga naiknya saham Bank Mandiri lebih banyak didorong oleh rencana penerbitan saham baru (rights issue) yang akan dilakukan pada Januari mendatang.  Lantaran cuma Mandiri yang mau jual saham barum, maka "Dia naik sendirian," kata dia.

Investor juga diperkirakan akan memperhatikan isu penundaan pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi, dari rencana semula awal Januari menjadi Maret 2011. Satrio mengatakan, mundurnya pembatasan BBM akan menambah sentimen positif pasar.

"Paling tidak, untuk jangka pendek ekspektasi kenaikan inflasi akan berkurang," kata dia.

Meski dibayangi kewajiban pasok domestik sebesar 38 persen produksi atau 90 juta ton pada tahun depan, Satrio masih merekomendasikan saham-saham komoditas batu bara. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), misalnya, hari ini diperkirakan bergerak pada kisaran Rp40.900. Lalu saham PT Perusahaan Batubara Bukit Asam (PTBA) yang bergerak pada level Rp20.900 - Rp21000.

"Saya sebenarnya masih khawatir dengan saham PT United Tractors Tbk, tapi selama saham PT Bumi Resources Tbk belum rontok, batu bara masih oke,"  kata dia. 
from VIVAnews

Politik 10 Kontroversi Marzuki Alie di DPR

Sejak bulan pertama menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie sudah membuat kontroversi. Terakhir, Marzuki Alie mengundang kecaman luas karena komentarnya soal tsunami di Mentawai.

VIVAnews mencatat, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu setidaknya telah sepuluh kali melakukan tindakan atau mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.
Berikut rinciannya:

1.
26 Oktober 2009, atau baru tiga minggu menjadi Ketua DPR. Hari itu, Marzuki menyatakan dukungan untuk menaikkan gaji menteri. “Masak tidak boleh naik. Bagaimana sih,” kata Marzuki. “Kalau sudah lima tahun harga naik berlipat-lipat. Gaji tidak naik terus bagaimana," kata Marzuki pada 26 Oktober 2009 itu.

2.
27 Oktober 2009, Marzuki Alie membatalkan sepihak rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan dan rapat kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama. "Sekretariat (DPR) kemarin meminta rapat dibatalkan atas instruksi Ketua DPR, sampai waktu yang tidak ditentukan," ujar Ketua Komisi IX, Ribka Tjiptaning, memberi keterangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 28 Oktober 2009.

Pembatalan macam ini baru pertama kali terjadi selama Ribka menjabat sebagai Ketua Komisi sejak tahun 2004. Marzuki Alie menanggapi, ia sama sekali tidak berniat untuk melarang komisi memanggil menteri. Namun ia meminta agar pemanggilan menteri disertai dengan perencanaan yang baik, inventarisasi masalah yang jelas, sehingga tidak dadakan dan simptomatis.

3. 17 November 2009, Marzuki Alie tidak hadir di rapat paripurna DPR yang seharusnya mengagendakan pembacaan usul hak angket Kasus Bank Century. Akibatnya, usul itu tak dibahas di rapat, meski akhirnya rapat konsultasi empat pimpinan DPR lain menyepakati dibahas pekan berikutnya.

"Kami curiga adanya penghambatan oleh Ketua DPR, seperti pada kasus pemanggilan Menkes oleh Komisi IX terdahulu yang dibatalkan secara sepihak oleh Ketua DPR," ujar Maruarar Sirait, inisiator usul hak angket kasus Bank Century.

4. 21 Januari 2010, Marzuki Alie secara sepihak menghadiri pertemuan tertutup Presiden SBY dengan sejumlah petinggi lembaga negara di Istana Bogor. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan, "Kami tidak merasa terwakili dalam pertemuan itu."

5. 2 Maret 2010, Marzuki Alie secara sepihak menghentikan rapat paripurna DPR yang membahas rekomendasi Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century.
"Saya sudah mendengarkan beberapa orang yang melakukan interupsi konteksnya di luar agenda. Mereka minta langsung memutuskan," kata Marzuki.

Marzuki tak mengajak bicara pimpinan lain karena menganggap agenda sudah selesai. Dia menolak dikatakan otoriter. "Kita bicara dengan dasar, saya bicara atas dasar tata tertib DPR, apa yang salah?" kata dia.

6. 3 Maret 2010, saat memimpin rapat lobi membahas rekomendasi Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century, Marzuki Alie beberapa kali menerima telepon.
"Saat memimpin rapat pun dia ditelepon dan mengangkat telepon itu," kata salah satu pimpinan fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura), Syarifuddin Sudding.

Siapa yang menelepon Marzuki Alie? "Saya rasa itu orang yang sangat penting sebab dia lagi memimpin rapat, ditelepon, dia mengangkat telepon itu. Dia tidak menyerahkan pimpinan rapat  pada pimpinan lain," kata Syarifuddin.

7.
23 Agustus 2010, Marzuki Alie, menilai bahwa remisi yang diberikan pemerintah kepada mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia yang juga besan Presiden SBY, Aulia Tantowi Pohan, telah memenuhi aturan. Marzuki bahkan memandang Aulia yang notabene merupakan besan Presiden itu, tak layak disebut koruptor.

"Aulia  bukan koruptor. Tapi ia ikut kena pasal. Koruptor itu kan makan uang negara, sementara dia cuma ikut membuat kebijakan," ujar Marzuki.

Besoknya, Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP menyatakan, "Bagi KPK, Aulia Pohan sudah melalui proses hukum dan KPK menuntut dia dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi."

8.
15 September 2010, Marzuki menyatakan, jangan melihat studi banding ke luar negeri anggota DPR sebagai suatu bentuk pemborosan.
"Karena ini mereka melakukan pengabdian, tugas," kata Marzuki. "Kenapa tugas? Mereka harus mendapatkan banyak referensi dalam menyelesaikan rancangan undang-undang."

Apalagi, angka anggaran itu merupakan aturan standar perjalanan dinas yang dibuat Kementerian Keuangan. "Ada surat Menteri Keuangan yang mengatur perjalanan dinas itu," kata Marzuki. Dan Anggota DPR dalam perjalanan dinas itu mendapatkan uang harian, uang penginapan, dan transportasi. "Terus terang saja, kalau ke Eropa, uang harian itu nggak cukup," kata Marzuki.

9. 6 Oktober 2010, Marzuki Alie bersama empat pimpinan DPR lain mengundang calon Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Timur Pradopo ke DPR padahal Komisi III DPR belum melakukan uji kelayakan atas Timur. Sejumlah anggota Komisi III lalu meneken mosi tak percaya pada Marzuki.

"Komisi III ini lebay ya, mengurusi kerjaan orang," kata Marzuki mengomentari balik mosi tak percaya itu. Marzuki pun menilai pemanggilan Timur tidak salah dan sesuai tata tertib.

10.
27 Oktober 2010, Marzuki mengomentari bencana tsunami di Mentawai sebagai berikut: ”Mentawai itu, kan pulau. Jauh itu. Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi kita tinggal di pulaulah." Dan menurut Marzuki, sebaiknya mereka direlokasi ke daratan.

Dan untuk yang terakhir ini, rekan separtai Marzuki, Ruhut Sitompul, turut kecewa. "Saya dari dulu melihat sudah tidak cocok dan saya kira Partai Demokrat akan memikirkan apakah Marzuki perlu dibiarkan atau diganti dari Ketua DPR," kata Ruhut di Gedung DPR, Senin 1 November 2010.
from : VIVAnews